PT RAPP Turunkan Alat Berat Dan Berjanji Bantu Warga Terdampak

RiauKepri.com, MERANTI – Camat Tasik Putripuyu, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, Zainal SE, mengatakan bahwa pihak PT RAPP saat ini sedang menurunkan alat berat untuk menutup sekat kanal jebol di Desa Dedap.

Hal itu, sebutnya, menyusul keluhan masyarakat terhadap banjir dan meluapnya air akibat kanal perusahaan jebol yang ikut menyumbang terendamnya ratusan rumah, sekolah, kantor desa hingga fasilitas umum lainnya disana sejak sepekan terakhir ini.

“Pihak perusahaan sudah berkoordinasi dengan kita kemarin sore. Pada hari ini mereka akan menurunkan alat berat untuk menutup kanal yang jebol itu,” ungkapnya, Sabtu (13/1/2024) pagi.

Terkait dengan usulan normalisasi sungai di yang tidak jauh dari kanal tersebut, Zainal mengatakan jika pihaknya terlebih dahulu meminta dukungan dari Plt Bupati Kepulauan Meranti untuk mengusulkan ke pihak perusahaan.

“Kalau untuk usulan normalisasi sungai Dedap yang dangkal kepada PT RAPP, saya perlu mengkomunikasikan dukungan pak Bupati terlebih dahulu. Rencananya, Senin saya menghadap beliau.

Baca Juga :  Kapolres Kepulauan Meranti Ikuti Rapat Awal Jelang Imlek 2021

Disinggung soal perhatian PT RAPP terhadap warga terdampak banjir di wilayahnya, Camat menjelaskan pihaknya sudah menyampaikan data sesuai permintaan dari perusahaan.

“Untuk perhatian mereka terhadap musibah ini, managemen RAPP sudah meminta data nama-nama warga yang terdampak banjir di enam desa. Mereka berjanji untuk mengusahakan segera penyalurannya,” beberapa Zainal.

Disisi lainnya, lanjut Camat mengonfirmasi, tim dari BPBD Kepulauan Meranti saat ini telah meninjau lokasi banjir desa Dedap. Berkemungkinan akan di buat posko penanganan banjir di sana.

Kalaksa BPBD Kepulauan Meranti, Muhlisin didampingi Sekretaris Eko Setiawan dan Kabid Penanggulangan Bencana Edi, Jumat (12/1/2024) sore menuturkan bahwa pihaknya sudah menggelar rakor bersama seluruh stakeholder terkait untuk penangan banjir yang terjadi di daerah Kecamatan Tebingtinggi Timur dan Tasik Putripuyu.

Baca Juga :  Gubri Syamsuar-Bupati Adil Potong Tumpeng Bersama di Kenduri Desa Mantiasa

“Posko induknya di kantor BPBD dan posko siaga di masing-masing kecamatan terdampak banjir. Untuk posko pengungsian belum kita siapkan, karena melihat situasi saat ini masih terkendali. Namun, kita sudah turunkan tim kesana untuk meninjau situasi dan kondisi,” ungkapnya.

Mengenai bantuan bagi masyarakat terdampak, bebernya, sudah mulai disalurkarkan. Sepertinya halnya di kecamatan Tebingtinggi Timur. Sedangkan di kecamatan Tasik Putripuyu, masih menunggu data lengkap dari pihak kecamatan dan desa.

“Di kecamatan Tasik Putripuyu itu, sementara data terdampak banjir yang masuk ke kita ada sebanyak 344 KK, 1250 jiwa dan 314 rumah di Desa Dedap. Kemudian di Mengkopot berjumlah 150 KK, 567 jiwa dan 141 rumah. Mekar Delima 37 KK, 150 jiwa dan 37 rumah, serta di Mengkirau 171 KK,” ungkapnya.

Baca Juga :  Sudah Hampir 500 KK Yang Terdampak Dari Banjir, Pihak PT RAPP Baru Mau Croscheck ke lapangan?

Sementara itu, Corporate Communications PT RAPP Disra Alldrick, menyampaikan bahwa perusahaan sangat prihatin atas banjir yang melanda sebagian besar wilayah Provinsi Riau sebagai dampak fenomena alam angin monsun kuat yang terjadi sejak bulan Desember 2023 lalu. Khususnya beberapa Kabupaten di sekitar wilayah operasional perusahaan seperti Pelalawan, Kampar, Kuantan Singingi dan Kepulauan Meranti.

“PT RAPP siap mendukung dan bersinergi dengan pemerintah, BPBD, TNI dan Polri. Perusahaan juga menyalurkan akan bantuan secara bertahap kepada masyarakat yang sangat membutuhkan akibat terdampak banjir,” ujarnya, Sabtu (13/1/2024) melalui pesan Whatsap. (Aldo).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *