Anggaran Disdikbud Meranti Terbesar dari OPD Lainya, Ini Penjelasan Suardi

Kepala Disdikbud, H Suardi

RiauKepri.com, MERANTI – Walaupun anggaran di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, menjadi yang terbesar jika dibandingkan dengan Organisasi Perangkat daerah (OPD) lainnya, namun, sekitar 75,7 persennya hanya untuk belanja pegawai atau gaji.

Kepala Disdikbud, H Suardi menegaskan saat ditemui, Kamis (18/1/2024) bahwa total anggaran yang akan mereka kelola Tahun 2024 yakni sebesar Rp346 miliar. Anggaran tersebut naik dari tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp316 miliar.

“Kenaikan anggaran ini dikarenakan banyak guru-guru yang statusnya naik dari tahun sebelumnya masih sebagai guru honor menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Sehingga, terjadi kenaikan anggaran untuk belanja pegawai,” tegasnya.

Baca Juga :  Alamak, 4 Anak Beranak di Meranti Positif Covid-19

Secara rinci H Suardi menginformasikan dari total anggaran tahun ini, sebesar Rp262 miliar untuk membayar gaji dan tunjangan pegawai. “Termasuk tunjangan khusus dan sertifikasi serta insentif guru daerah terpencil,” ujarnya.

Lebih jauh dirincikannya juga, jumlah guru dan PNS di Lingkungan Disdik Meranti sebanyak 1.286 orang, ditambah sebanyak 594 orang PPPK.

Kemudian, sebesar Rp11,8 miliar untuk membayar gaji pegawai honor, guru honor SD dan SMP. Termasuk juga honor guru TK dan PAUD.

Selain itu, anggaran di Disdik juga dialokasikan untuk kegiatan di seluruh bidang sebesar Rp5 miliar, anggaran rutin kantor Rp500 juta, dana infrastruktur APBD Rp17,3 miliar dan dana Pokir DPRD Rp3 miliar. Termasuk hibah ke LAMR sebesar Rp400 juta.

Baca Juga :  Rp 9 T APBD Riau Untuk Membangun Infra Struktur Meranti Pun tak Cukup

“Selanjutnya, Rp35,3 miliar Dana Alokasi Khusus (DAK) non Fisik berupa BOS dan BOP. Namun anggaran ini hanya numpang lalu di kas Disdik. Karena begitu masuk, langsung ditransfer ke rekening sekolah,” ujarnya.

H Suardi mengungkapkan, Disdik Meranti juga dititipkan anggaran infrastruktur dari DAK sebesar Rp10,4 miliar. Dimana, anggaran tersebut bersumber dari pusat.

“Memang, jika dilihat total anggaran yang berada di Disdik Meranti sangat besar dan terdengar fantastis. Namun banyak terserap untuk membayar upah dan tunjangan SDM,” katanya.

Baca Juga :  Sedang Nyabu, 2 Pemuda di Rangsang Ini Diciduk

Meski begitu, pihaknya optimis dengan pengelolaan anggaran tersebut dapat terjadi perubahan dan terus meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di Kepulauan Meranti. Apalagi dengan semakin ketatnya pengawasan dan pemantauan terhadap pengelola anggaran menjadi tantangannya untuk memaksimalkan pemanfaatan anggaran tersebut.

“Untuk meningkatkan mutu pendidikan, kita tidak mau ke depan tidak sesuai atandar. Apalagi kita terus diawasi oleh berbagai pihak,” ungkap Kadisdik Meranti itu. (Aldo).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *