Degradasi Ormawa Kampus

Adiya Bapriyanto, Mahasiswa STISIPOL Raja Haji

RiauKepri, TANJUNGPINANG – Salam sejahtera Generasi Muda Indonesia Khususnya Mahasiswa yang sedang sibuk-sibuknya menata masa depan !!.

Organisasi mahasiswa atau kerap disebut Ormawa sejatinya merupakan organisasi yang di dalamnya beranggotakan mahasiswa guna mewadahi bakat, minat dan potensi mahasiswa yang tujuannya mendukung kemampuan mahasiswa setelah menempuh ilmu di ruang kelas kuliah. Tidak jarang juga Ormawa berhasil menghasilkan tokoh-tokoh hebat dan terkemuka khususnya di Indonesia.

Organisasi kemahasiswaan atau ormawa memiliki peran penting sebagai sarana pengembangan keterampilan soft skills bagi mahasiswa. Terlebih pada era saat ini, ketika teknologi sudah semakin maju, kemampuan yang paling dibutuhkan oleh lulusan perguruan tinggi adalah mereka yang memiliki nilai tambah dalam aspek soft skills.

Baca Juga :  Cerita Abrasi

Terlepas dari pada itu Organisasi Mahasiswa idealnya menjadi sebuah wadah perjuangan bagi kaum intelektual dalam mentransformasikan segala bentuk tanggung jawab kelasnya sebagai mahasiswa. Oleh karena itu besar tanggung jawab sosial dan harapan kepada organisasi mahasiswa dalam menciptakan mahasiswa yang mampu mentransformasikan fungsi mahasiswa, yaitu agent of analitis, social of control dan agent of change dalam realita sosial masyarakat.

sayangnya saat ini kehadiran Organisasi Mahasiswa (Ormawa) di mata mahasiswa jauh berbeda dengan kenyataan. Setiap kali berjalan menyusuri kampus, Sekretariat kini sepi dari desas desus diskusi kecil. Kursi Kayu dan dibawah Rimbunan Pohon yang biasanya ramai dengan diskusi-diskusian sekarang hanya hiasan Semata dan terisi mobil-mobil yang terparkir di lapangannya saja.

Baca Juga :  Awas Politik Uang Memproduksi Induk Korupsi

Atmosfer kampus Kuning terasa hampa tanpa kebul asap rokok dan Bualan Para Mahasiswa, kini Mahasiswa hanya sibuk dengan Telpon Genggamnya Saja.

Terasa hari di mana ada badai masalah yang perlahan mengambil alih kemudi kehancuran. Begitu juga dengan organisasi yang diidam-idamkan, kini terancam tinggal struktur dan tak lagi memiliki jiwa.

Tanpa jiwa, organisasi bagaikan ikatan yang penuh dengan keterpaksaan. Seolah yang mengikat kita hanya tinggal seperangkat aturan tanpa ikatan emosional yang, semuanya harus dijalani bukan atas dasar rasa cinta organisasi, melainkan kewajiban semata.

Baca Juga :  Jalur

“Organisasi mahasiswa yang dalam sejarahnya adalah tempat berhimpun para kaum intelektual memperjuangkan kebenaran dan identitas kritisnya hari ini tidak lebih jadi tukang lomba dan pecinta event semata”

Penulis : Adiya Bapriyanto, Mahasiswa STISIPOL Raja Haji Tanjungpinang

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *