Mahasiswa Satra Daerah FIB Unilak Gali Muatan Lokal di Istana Siak

Mahasiswa Sastra Daerah, FIB, Unilak, bersama Juswandi di Istana Siak.

RiauKepri.com, PEKANBARU- Salah satu bentuk tugas akhir mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Sastra Daerah, Universitas Lancang Kuning (Unilak), yang sudah memasuki semester 4, mereka menggali muatan lokal di Istana Siak, Kamis (23/05/2024).

Kegiatan ini, kata dosen pengampu Juswandi, diawali dari mata kuliah folklor Melayu. Dan kegiatan semacam ini dilakukan secara rutin setiap per semester di semester 4 dengan berpindah-pindah lokasi atau daerah yang ada di Riau.

“Sebagai dosen saya mengharapkan kepada mahasiswa memahami bagaimana cara meneliti ke lapangan sesuai dengan mata kuliah folklor Melayu. Sehingga mahasiswa dapat memahami tradisi atau budaya yang ada dimana tempat turun ke lapangan,” ucap Juswandi.

Baca Juga :  Ketua Kwarda Riau Sambut Kepulangan Kontingen LT V: Proses Tidak Akan Menghianati Hasil

Adanya kegiatan semacam ini, mahasiswa merasa lebih efektif dan menyenangkan karena bisa memiliki kemampuan atau belajar hal yang tidak diketahui secara langsung, dan tentunya dengan turun ke lapangan ini mahsiswa bisa bertanya langsung dengan pemandu istana.

Pada kesempatan itu, Pak Johan dan Pak Taufik, dua pemandu di Istana Siak banyak menjelaskan tentang filosofi benda-benda yang ada di Istana Siak, mereka juga menjelaskan bahwa ada satu peti yang sampai sekarang masih menjadi misteri, tidak bisa dibuka dan peti itu dibuat oleh orang Eropa. Selain itu, para mahasiswa juga mendapat penjelasan tentang makam Sultan Syarif Kasim II dan tentang Masjid Raya Syahabiddin.

Baca Juga :  Hari Ini, 4 Kasus Positif Covid di Riau, 12 Pasien Sembuh

“Selain kegiatan ini dapat bermanfaat bagi mahasiswa, juga merupakan upaya kita mensosialisasikan Sastra Melayu, FIB, Unilak,” kata Juswandi. (RK1)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *